Bojonegoro, 09 Januari 2026 -
BEM STIT K.H. Masbuhin Faqih berhasil menyelenggarakan seminar mengenai public
speaking dengan mengangkat tema “Berbicara Itu Skill, Bukan Bakat”.
Acara ini diselenggarakan di aula joglo PP. Modern Fathul Majid dengan diikuti oleh puluhan mahasiswa-mahasiswi STIT MAFA. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at, 09 Januari 2026, dari pukul 08.30-11.00 WIB.
Rangkaian acara dibuka oleh
Nabil Asrofi (semester 5 PAI) selaku Master Of Ceremony dengan
menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, memasuki sesi inti yakni
seminar yang dipandu oleh Siti Hasanatul Maiyah Al-Izwah (semester 5 PAI)
sebagai sang moderator.
Seminar kali ini
menghadirkan Ibu Azka Kamilaini, M.Pd., sebagai narasumber. Beliau adalah sosok
wanita cantik dan berpendidikan dengan background pondok pesantren Gontor Darussalam, hal ini senada
dengan background Romo Kiai Masbuhin Faqih yang pernah mengeyam pendidikan di
Gontor.
Salah satu prestasi dari sekian banyak prestasi yang
beliau raih adalah mendapat gelar cumlaude lulusan magister di UIN
Maulana Malik Ibrahim-Malang (th.2024).
Selain itu, beliau juga Owner Rumah Bimbel-Malang (th.2024-2025), Tutor Arabic Camp di Alexandria Course-Pare (th.2024), serta telah menghasilkan banyak publikasi karya ilmiah.
Dengan segudang pengalaman
serta prestasi, Penyampaian materi yang menarik, ringan, dan dibalut dengan
kesan jenaka menjadikan para peserta tidak mudah suntuk dan semakin antusias.
Dalam kesempatan itu beliau beliau menyampaikan banyak
wawasan dan pengetahuan mengenai public speaking. Mulai dari pengertian,
teknik, prosedur, manfaat, kesalahan fatal dalam public speaking hingga
praktik secara langsung dengan contoh materi yang telah diberikan.
Tak lupa, beliau juga mengutarakan seberapa pentingnya
menguasai public speaking atau memiliki kecakapan dalam berbicara di
depan publik. Keniscayaan dalam mempelajari sesuatu memang dengan memahami
urgensi sesuatu tersebut.
Bu Azka—panggilan akrab beliau—mengutip kata-kata guru beliau, “Orang
penting pasti tahu kepentingannya”. Artinya,
untuk menjadi orang bermanfaat harus mengetahui sisi urgensi dari apa yang
dipelajarinya.
Pada sesi akhir, beliau juga membuka kesempatan
tanya-jawab bagi para peserta yang berminat.
Seminar ini menjadi sebuah
bukti nyata, bahwa civitas academica STIT MAFA memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan generasi-generasi
yang siap berinovasi, SDM unggul, serta mencetak generasi aktif dan
produktif.
Selain itu, dengan diadakannya seminar ini secara
tidak langsung para panitia ingin memberikan pesan: Bagaimana kemampuan public
speaking sangat dibutuhkan di era sekarang ini.
Kemampuan ini akan menjadi salah satu kunci untuk mengantarkan pada
kesuksesan di masa depan.
Sebagai penutup Bu Azka sampaikan
semangat kepada mahasiswa-mahasiswi STIT MAFA, “Satu langkah kecil hari ini,
akan menjadi bekal diri untuk masa depan!”.
Bagaimana pun tak bisa
dipungkiri di era sekarang,
berbagi profesi membutuhkan kecakapan bicara di publik. Public speaking bukan
menjadi bakat personal lagi, melainkan skill yang harus
diasah dan dikuasai dengan baik.
Kesempatan ini juga mengingatkan para peserta untuk senantiasa mengupgrade diri dan terus belajar kepada mereka yang telah mahir dalam bidangnya. Karena bagaimanapun, kemajuan atau kemunduran suatu bangsa bergantung pada generasi mudanya.
Semoga langkah kecil ini menjadi langkah berharga untuk
menuju bangsa Indonesia yang berperadaban dan menuju The Golden Age Generation.
Penulis : Silvina Salsa Bella (Semester 1 PBA)